Ada beberapa orang yang mempunyai jenis asma yang biasa disebut dengan batuk asma atau juga disebut dengan cough-variant asthma. Penyakit asma yang satu ini biasanya ditandai dengan adanya batuk kronis yang telah berlangsung lebih dari 3 sampai dengan 7 minggu. Batuk yang dikarenakan adanya asma yang sangat perlu untuk ditangani dengan serius agar tidak sampai dengan menurunkan produktivitas dan kualitas hidup kalian. Akan tetapi untuk memilih obat batuk asma tidak boleh sembarangan.

Seperti yang dilansir dari Kidshealth bahwa Batuk berdahak maupun batuk kering yang telah berlangsung hingga tujuh minggu bisa menjadi tanda asma.

Batuk kronis bukan hanya bisa mengganggu aktivitas keseharian kalian, namun juga bisa menbuat kalian menjadi sulit untuk tidur nyenyak bahkan kalian bisa terbangun pada tengah malam. Dengan begitu kalian perlu untuk mengobatinya agar gejala bisa lebih cepat mereda.

Berikut ini merupakan beberapa obat yang biasa digunakan untuk meredakan gejala batuk asma pada umumnya sebagai berikut ini:

1. Obat antihistamin

Obat antihistamin selain dapat meredakan reaksi dari alergi contohnya seperti gatal-gatal, obat yang satu ini juga dapat membantu untuk mengurangi batuk asma. Obat tersebut mempunyai cara kerja menghalangi efek dari pelepasan histamin. Histamin merupakan salah satu zat kimia yang bisa menghasilkan respon dari peradangan di dalam tubuh, seperti pada saluran pernapasan.

loratadine, diphenhydramine, dan Cetirizine adalah beberapa contoh jenis obat dari antihistamin yang umumnya. Akan tetapi, kalian juga harus mengetahui bahwa obat antihistamin memiliki efek samping yang dapat membuat kalian bisa menjadi ngantuk bila kalan konsumsinya. Dengan begitu bila kalian sedang berkendara atau mengoperasikan mesin setelah memakan obat yang satu ini.

2. Bronkodilator

Bronkodilator merupakan obat yang diberikan melalui hirup yang dapat meningkatkan kapasitas paru-paru agar bisa menyerap oksigen. Senyawa kimia pada obat bronkodilator yang dapat melemaskan otot yang terdapat pada disekitar saluran pernapasan agar dilonggarkan.

Bronkodilator pada biasanya bisa digunakan pada terapi jangka panjang ataupun pendek. Efek dari obat bronkodilator bisa bertahan hingga 5 sampai 6 jam.